BITUNG, 26 MEI 2026 – Bukan sekadar seremonial! Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) “Sejahtera” Pelabuhan Bitung kembali membuktikan diri sebagai kekuatan ekonomi kerakyatan yang sehat, tangguh, dan berani berjuang demi anggotanya. Melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tutup Buku 2025 yang digelar megah dan penuh khidmat di Ruang S.H. Sarundajang Kantor Wali Kota Bitung, manajemen mempertanggungjawabkan kinerja gemilang, sekaligus melaporkan capaian sensasional: aset organisasi menembus Rp842 Juta, sukses memperjuangkan kenaikan tarif pelabuhan 25%, serta menaikkan hak kesejahteraan anggota secara signifikan.
Agenda krusial ini berjalan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, menegaskan bahwa Koperasi TKBM Sejahtera bukan hanya wadah berkumpul, melainkan lembaga hukum dan ekonomi yang dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel. Momen ini semakin istimewa ketika Sekretaris TKBM Kota Bitung, Abdul Gani Puhi, S.H., secara resmi menyerahkan tongkat estafet pimpinan sidang kepada Faisal Puhi, menegaskan prinsip demokrasi bahwa kedaulatan sepenuhnya berada di tangan anggota.
Memimpin jalannya sidang, Faisal Puhi langsung memberi ruang kepada Wakil Koperasi, Novri Suawa, untuk membeberkan fakta-fakta keras di hadapan forum. Novri menegaskan, keuangan adalah nyawa organisasi, dan di bawah manajemen ini, setiap rupiah dikelola dengan bersih dan dipertanggungjawabkan.

“Kami tidak main-main dengan uang anggota. Setiap perencanaan dan penggunaan dana berpegang pada koridor hukum dan asas keadilan. Buktinya, program-program prioritas yang kalian minta, kami wujudkan. Mulai dari pembinaan rohani hingga kenaikan hak anggota, semuanya kami eksekusi,” tegas Novri Suawa dengan lantang.
-TEROBOSAN MONUMENTAL: SUKSES TARIK TARIF 25% & NAIKKAN THR
Prestasi paling menghantam dan langsung dirasakan lebih dari 1.000 anggota adalah keberhasilan manajemen memperjuangkan kebijakan tarif baru. Melalui lobi keras dan sinergi strategis dengan pemangku kepentingan, Koperasi TKBM Sejahtera sukses mewujudkan kenaikan tarif ongkos pelabuhan pemuatan dan tujuan (OPP-OPT) sebesar 25 persen, yang resmi berlaku sejak 1 Februari 2026. Ini adalah kemenangan besar bagi tenaga kerja bongkar muat yang selama ini berjuang dengan tarif rendah.
Tak hanya tarif, kesejahteraan langsung anggota pun disentuh drastis. Nilai Tunjangan Hari Raya (THR) yang dulunya Rp650.000, kini dinaikkan menjadi Rp750.000 per orang. Bahkan, penghargaan khusus diberikan bagi pimpinan regu kerja berupa uang motivasi Rp1.000.000. Angka ini membungkam mulut-mulut yang meragukan kinerja pengurus.
-KEUANGAN PRIMA: ASET RP842 JUTA, SHU RP91 JUTA
Di sektor keuangan, data yang dipaparkan Sekretaris Pengawas, Hamka Yusuf, membuat forum bertepuk tangan. Hasil audit internal per 31 Desember 2025 mencatat kondisi keuangan sangat sehat dan mengkilap:
-Total Aset: Rp842.581.460,-
-Dana Cadangan: Rp198.790.090,-
-Dana Pengurus: Rp39.050.632,-
-Sisa Hasil Usaha (SHU): Rp91.684.537,- (Tumbuh dan lebih kompetitif dibanding tahun lalu)
Hamka Yusuf menegaskan, angka-angka ini bukan rekayasa, melainkan fakta hasil pengawasan ketat. “Organisasi ini berjalan wajar, tertib, dan stabil. Pertumbuhan ini bukti nyata kepercayaan anggota dan kinerja manajemen yang tidak tidur,” tegasnya.
-JAMINAN MASA DEPAN: PERUMAHAN ANGGOTA & SISTEM KERJA ADIL
Menjawab tantangan ekonomi dan inflasi 2,92 persen, pengurus menerapkan sistem gilir kerja yang adil dan inklusif, memastikan semua anggota mendapatkan porsi pendapatan yang setara. Anggaran besar juga digelontorkan untuk pembinaan mental spiritual, menyerap dana hingga Rp130 Juta demi menjaga akhlak dan persaudaraan anggota.
Bahkan, visi besar telah ditancapkan: Program Rumah Layak Huni bagi Anggota. Ini adalah target jangka panjang strategis agar pekerja pelabuhan tidak hanya bekerja keras, tapi juga memiliki tempat tinggal layak dan masa depan terjamin.
Menutup rangkaian akbar ini, Sekretaris Abdul Gani Puhi kembali mengingatkan bahwa RAT adalah bukti kepatuhan konstitusi sekaligus wujud nyata prinsip koperasi: Dari Anggota, Oleh Anggota, Untuk Anggota.
Sementara itu, Ketua Koperasi, Amir Inaku Moputy, menegaskan arah kebijakan ke depan: “Kami harus profesional, adaptif dengan pelabuhan modern, tapi jangan pernah tinggalkan solidaritas. Apa yang kami raih hari ini, kenaikan tarif, THR, aset besar, itu milik kalian semua. Kami akan terus berjuang, karena kekuatan koperasi ada pada persatuan dan kinerja nyata.”
Pukul 16.00 WITA, RAT ditutup dengan sukses total. Koperasi TKBM Sejahtera telah memberikan pelajaran berharga: Bahwa organisasi yang kuat, taat aturan, dan berani berjuang, pasti mampu membawa kesejahteraan nyata bagi anggotanya. Bitung punya alasan bangga, karena di tangan TKBM Sejahtera, ekonomi rakyat di pelabuhan berada di jalur yang benar. (FAM)


































