Teror Dini Hari Mengintai Wartawan di Subulussalam, Mobil Dirusak, Keluarga Trauma

LIPUTAN3

- Redaksi

Jumat, 17 Oktober 2025 - 22:26 WIB

50226 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam, Aceh, 17 Oktober 2025 Kekerasan terhadap jurnalis kembali mencoreng lanskap kebebasan pers di Indonesia. Kali ini, peristiwa pilu menimpa Syahbudin Padank, seorang wartawan senior dari 1kabar.com yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPW Fast Respon Nusantara (FRN) Counter Polri Provinsi Aceh dan anggota aktif Serikat Siber Wartawan Indonesia (SWI). Diduga karena aktivitas jurnalistik yang dilakukannya, rumah dan kendaraan pribadinya menjadi sasaran teror pada dini hari yang mengusik ketenangan keluarga serta memunculkan ketakutan mendalam di kalangan wartawan lain di wilayah tersebut.

Peristiwa itu terjadi di Dusun Lae Mbetar, Desa Sikalondang, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam. Dalam laporan resmi yang disampaikan kepada pihak kepolisian dengan nomor laporan STTLP/B/137/X/2025/SPKT/POLRES SUBULUSSALAM/POLDA ACEH, Syahbudin menyebutkan bahwa insiden bermula sekitar pukul 02.00 WIB. Berdasarkan kesaksian Darmawati, tetangga korban, suara keras terjadi disertai dengan aktivitas mencurigakan dua sepeda motor yang mondar-mandir di depan rumah korban. Suara knalpot digeber dan klakson dibunyikan terus menerus, menimbulkan suasana mencekam yang membuat warga sekitar enggan keluar rumah.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Puncaknya terjadi saat anak Syahbudin mendapati kaca belakang mobil keluarga dalam keadaan pecah sekitar pukul 05.00 WIB. Syahbudin yang kemudian mengecek rekaman kamera dan mendokumentasikan kerusakan itu, langsung melapor ke SPKT Polres Subulussalam dan menghubungi sejumlah media lokal. Ia meyakini bahwa kejadian itu bukan peristiwa kriminal biasa, melainkan bagian dari upaya intimidasi terhadap aktivitas jurnalistik yang dijalankannya.

Dalam pelaporannya kepada polisi, Syahbudin menekankan bahwa serangan tersebut terkait erat dengan profesinya sebagai wartawan. Ia menuntut aparat untuk tidak hanya memproses kasus ini sebagai pengrusakan, melainkan juga sebagai pelanggaran serius terhadap Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Beberapa pasal yang disorot mencakup Pasal 4 ayat (3) yang menjamin kemerdekaan pers dalam mencari dan menyampaikan informasi; Pasal 8 yang menjamin perlindungan hukum bagi jurnalis; serta Pasal 18 ayat (1) yang menegaskan bahwa setiap tindakan yang menghambat kerja pers bisa dikenai pidana maksimal dua tahun atau denda hingga Rp500 juta. Selain itu, pelaku juga dapat dijerat Pasal 406 KUHP mengenai pengrusakan barang milik orang lain, menjadikan kasus ini sebagai pelanggaran multidimensional yang menyentuh aspek hukum sipil, pidana, dan hak asasi manusia.

Dampak psikologis dari peristiwa itu tidaklah ringan. Keluarga Syahbudin, termasuk istri dan anak-anaknya, mengalami guncangan emosional karena merasa tidak lagi aman bahkan di rumah mereka sendiri. Lebih dari sekadar pengrusakan fisik, serangan ini membuka luka baru mengenai kenyataan bahwa menjalani profesi sebagai penyampai kebenaran di sejumlah titik di negeri ini masih menyimpan risiko tinggi.

Kejadian tersebut berbuntut panjang dan memancing gelombang solidaritas serta kecaman dari berbagai komunitas pers, tokoh masyarakat, serta pegiat hukum dan HAM. Suhendri Solin, Ketua SWI Subulussalam, menyatakan bahwa serangan terhadap Syahbudin adalah serangan terhadap seluruh komunitas jurnalis yang dijamin undang-undang. Ia menuntut kepolisian untuk mengusut tuntas motif dan pelaku. Seruan senada disampaikan oleh Agus Flores, Ketua Umum FRN Counter Polri Nusantara, yang mengecam keras tindakan yang menurutnya mencerminkan pelecehan terhadap prinsip negara hukum serta pelemahan UU Pers. Ia memandang kasus ini sebagai ujian nyata bagi keberpihakan institusi penegak hukum terhadap kebebasan pers.

Pihak redaksi tempat Syahbudin bekerja juga angkat bicara. Chaidir Toleransi, S.H., selaku Pimpinan Umum 1kabar.com, menyebut bahwa ini bukan kali pertama jurnalis lapangan menghadapi tekanan. Namun, lanjutnya, membiarkan kekerasan semacam ini berlalu tanpa penyelesaian hukum berarti menyeret demokrasi menuju ruang gelap. Ia dengan tegas menuntut Kapolres Subulussalam menyelidiki kasus ini secara menyeluruh.

Di luar itu, jeritan moral juga dilontarkan oleh elemen masyarakat sipil. Abdiansyah dari Detik Aceh turun langsung memberi dukungan moral, sementara Antoni Tinendung (Ketua LSM Putra Aceh), dan T. Simbolon (Ketua DPD LSM Penjara PN Sumut) menilai teror terhadap wartawan sebagai bentuk pelanggaran HAM yang sangat serius. Mereka meminta agar Komnas HAM dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) segera turun tangan.

Tidak hanya tuntutan terhadap aparat lokal, desakan juga dialamatkan kepada level nasional. Kapolri diminta untuk memantau langsung penanganan perkara ini sebagai bentuk komitmen melindungi mekanisme demokrasi di lapangan. Dewan Pers diimbau untuk turun memberikan pendampingan hukum terhadap korban dan memastikan bahwa kejadian semacam ini tak terulang. Dalam situasi seperti ini, keberanian institusi dalam menyikapi kasus-kasus intimidasi menjadi tolak ukur sejauh mana negara hadir dalam menjamin kebebasan berekspresi.

Kejadian ini mengungkap kenyataan pahit bahwa kerja jurnalistik di Indonesia, terutama di daerah-daerah rawan, masih jauh dari kata aman. Ketika seorang wartawan diserang karena tugas jurnalistiknya, yang dirusak bukan hanya hak individu wartawan semata, tetapi juga hak publik atas informasi dan kontrol terhadap kekuasaan. Kekerasan terhadap pers sesungguhnya adalah bentuk penghinaan terhadap demokrasi itu sendiri. Kasus ini seharusnya menjadi peringatan keras bagi semua pihak bahwa ruang-ruang aman bagi jurnalis tak boleh lagi dikoyak oleh impunitas dan pembiaran.

Kejahatan terhadap wartawan bukanlah perkara pribadi, ini menyangkut masa depan demokrasi dan kualitas informasi publik di negeri ini. Dalam situasi yang semakin kompleks dan rentan terhadap upaya pembungkaman, masyarakat diimbau untuk tidak tutup mata. Wartawan bukan musuh; mereka adalah mata dan telinga masyarakat untuk mengawal kebenaran.

Tagar-tagar solidaritas seperti #KeadilanUntukWartawan, #LawanTerorPers, #TegakkanUUPers, dan #JanganTakutBersuara mulai ramai disuarakan di berbagai platform, sebagai bentuk solidaritas terhadap Syahbudin Padank dan rekan-rekan jurnalis lain yang terus bekerja di garis depan demokrasi. Negara tidak boleh absen, penegakan hukum harus menjadi jawaban mutlak atas segala bentuk teror terhadap kebenaran.

(TIM MEDIA)

Berita Terkait

Surat Terbuka kepada Kepala Desa Sikalondang: Seruan Warga agar Keamanan Kampung Kembali Pulih
Sembilan Puluh Lima Juta Pajak Desa Hilang, Kontraktor Ditipu, Polisi Malah Berdiam Diri
Klarifikasi Nurasiah atas Proyek TPA Dusun Makmur Barat: “Saya Tidak Bersalah”
Bebani Kepala Kampung dengan Setoran, Oknum Camat Sultan Daulat Didesak Transparansi Total
Bukan Penertiban, Tapi Intimidasi Terbuka: Razia Satpol PP Tanpa Prosedur Picu Kemarahan Publik
Oknum ASN Diduga Lakukan Praktik Gratifikasi Dana Desa, APH Diharapkan Segera Panggil Pihak Terkait
Kasus Dana Desa Subulussalam: Rp 2,4 Miliar untuk Pelatihan “Siluman” di Medan
Kerusakan Lingkungan di Tanoh Rencong Aceh: Peran Pemilik HGU dan PMKS dalam Krisis Ekologis di Subulussalam

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 15:54 WIB

Klarifikasi Secara Humanis, Kalapas Labuhan Ruku DR. Hamdi Hasibuan S.H., M.H Diapresiasi Sejumlah Awak Media

Jumat, 8 Mei 2026 - 22:38 WIB

Lapas Perempuan Kelas IIA Medan Teguhkan Komitmen Zero Halinar melalui Apel Ikrar dan Penguatan Integritas

Rabu, 6 Mei 2026 - 23:10 WIB

Viral dan Melanggar Etik, Kompol DK Resmi Dipecat

Senin, 4 Mei 2026 - 19:37 WIB

Ketua DPW IMO Indonesia Sumut HA Nuar Erde Jadi Nara Sumber dalam Konfrensi Pers Polrestabes Medan, Tekankan Etika Penggunaan Informasi Medsos

Senin, 4 Mei 2026 - 12:56 WIB

SMKN 1 Laguboti Tampil Memukau di Expo Pendidikan Sumut 2026, Tunjukkan Inovasi dan Karakter Unggul Siswa ‎

Senin, 4 Mei 2026 - 11:30 WIB

Pesan Pagi Letkol CPM Hanri Wira Kusuma, Ajakan Bijak untuk Hidup Lebih Rendah Hati

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:51 WIB

Mitsubishi Pajero Milik Afrizal Fadli Nasution, SE Jadi Sorotan di Blacklist Medan x AutoNation Indonesia 2026

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:31 WIB

Kisah Haru Jemaah Haji Medan 2026: Remaja 15 Tahun Gantikan Ayah Almarhum ke Tanah Suci ‎

Berita Terbaru

ACEH BARAT DAYA

Jalan Baru TMMD di Gunung Cut Permudah Petani Angkut Hasil Panen

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:14 WIB