TAKALAR_LIPUTAN3_ Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, memimpin langsung delegasi Pemerintah Kabupaten Takalar dalam kunjungan kerja ke Beijing, China, guna mendorong hilirisasi industri serta menarik investasi asing ke daerah.Selasa 14/4/2026
Kunjungan ini merupakan bagian dari langkah strategis Pemerintah Kabupaten Takalar dalam memperluas kerja sama internasional, khususnya dengan mitra dari China, sekaligus membuka akses pasar global bagi produk unggulan daerah.
Bupati Daeng Manye menegaskan bahwa Takalar memiliki potensi besar di sektor perikanan, pertanian, dan UMKM yang perlu didorong ke tahap hilirisasi agar memiliki nilai tambah dan daya saing tinggi.
Potensi daerah kita sangat besar. Melalui kerja sama ini, kita ingin memastikan produk Takalar tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi sudah melalui proses hilirisasi sehingga bernilai ekspor,” ujarnya.
Dalam agenda tersebut, delegasi Takalar dijadwalkan melakukan pertemuan dengan sejumlah investor dan pelaku industri di Beijing. Fokus pembahasan meliputi pengembangan industri berbasis sumber daya lokal, peningkatan kualitas produksi, hingga peluang investasi di berbagai sektor strategis.
Langkah ini juga merupakan tindak lanjut dari upaya sebelumnya, di mana Pemerintah Kabupaten Takalar telah menunjuk Liaison Officer (LO) kerja sama Takalar–China untuk memperkuat komunikasi dengan investor dan membuka akses pasar internasional.
Selain itu, komoditas unggulan seperti lawi-lawi (anggur laut), kelapa, serta produk olahan lainnya dinilai memiliki peluang besar untuk menembus pasar China jika didukung dengan pengolahan modern dan standar ekspor yang memadai.
Bupati berharap kunjungan ini mampu menghasilkan kerja sama konkret yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan investasi, serta kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin membawa Takalar menjadi daerah yang terbuka terhadap investasi dan mampu bersaing di pasar global,” tegasnya.
Dengan langkah ini, Pemerintah Kabupaten Takalar optimistis dapat mempercepat transformasi ekonomi daerah berbasis hilirisasi dan memperkuat posisi produk lokal di kancah internasional.
(Red)

































