Johan: Ojol Karawang Siap Jaga Kondusifitas, Asal Pemerintah Tidak Abai terhadap Nasib Pengemudi

LIPUTAN3

- Redaksi

Sabtu, 26 Juli 2025 - 18:46 WIB

50116 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang — Sekretaris Umum Perjuangan Ojek Online Karawang (POK), Johan, menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh setiap kebijakan pemerintah yang berpihak pada kepentingan rakyat, khususnya para mitra pengemudi ojek online (ojol). Pernyataan ini disampaikan Johan menyusul maraknya ajakan rencana aksi demo dan offbid massal yang sebelumnya sempat digagas oleh komunitas ojol di berbagai daerah.

Menurut Johan, pengemudi ojol selama ini menghadapi tekanan berat akibat penurunan tarif, potongan aplikasi yang tinggi, serta belum adanya payung hukum yang memadai. Ia menyebutkan, pada tahun 2021 tarif minimum sempat mencapai Rp12.600 per order, namun kini hanya berkisar Rp5.000, belum termasuk potongan tambahan yang memberatkan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski begitu, Johan menyatakan pihaknya tetap membuka ruang dialog dan mendukung langkah-langkah pemerintah pusat maupun daerah sepanjang kebijakan tersebut mengedepankan keadilan dan perlindungan terhadap pekerja sektor informal, seperti pengemudi ojol. Ia juga mendorong agar pemerintah daerah, khususnya di Kabupaten Karawang, segera mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Moda Transportasi Berbasis Aplikasi.

Lebih lanjut, Johan menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menjaga stabilitas kamtibmas, khususnya di Provinsi Jawa Barat. Ia memastikan setiap bentuk aspirasi yang disampaikan oleh mitra ojol akan dilakukan secara damai, tertib, dan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

“Kami siap mendukung kebijakan pemerintah yang pro-rakyat. Kami juga menjamin situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, khususnya di wilayah Jawa Barat. Aspirasi kami bukan untuk memecah belah, melainkan untuk memperjuangkan keadilan secara konstitusional,” ujar Johan kepada media, Sabtu (26/7/2025).

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal positif dari kalangan pengemudi ojol bahwa perjuangan mereka bukanlah bentuk perlawanan, melainkan upaya untuk memperkuat kolaborasi antara rakyat dan negara dalam menciptakan kebijakan yang adil dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas. (red)

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:05 WIB

Semenisasi Lantai RTLH Jadi Fokus Pengerjaan Satgas TMMD di Tangan-Tangan

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:38 WIB

Satgas TMMD Kodim 0110/Abdya Percepat Pembangunan MCK untuk Warga Desa Gunung Cut

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:07 WIB

Wujud Kepedulian TNI, Rumah Lansia di Gunung Cut Kini Lebih Nyaman

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:35 WIB

Infrastruktur Air Bersih Digenjot, Satgas TMMD Abdya Lakukan Pengecoran Menara

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:08 WIB

Demi Hidup Sehat, Satgas TMMD Abdya Genjot Pembangunan MCK

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:31 WIB

TNI dan Warga Kompak Cat Rumah RTLH Milik Nenek 77 Tahun di Gunung Cut

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:28 WIB

Pembangunan RTLH TMMD Abdya Melaju, Capaian Sudah 60 Persen

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:07 WIB

Material Terus Mengalir, Progres TMMD Ke-128 Kodim Abdya Kian Ngebut

Berita Terbaru