Dorong Pariwisata Inklusif, Bandung Diminta Kembangkan Paket Wisata Berbasis Data

LIPUTAN3

- Redaksi

Selasa, 22 Juli 2025 - 14:34 WIB

50119 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung — Kota Bandung dinilai masih menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf, Rizki Handayani, saat berkunjung ke Balai Kota Bandung pada Senin, 21 Juli 2025. Menurut Rizki, Bandung memiliki potensi kuat yang ditopang oleh atraksi, aksesibilitas, dan amenitas yang mumpuni untuk terus menarik minat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

“Bandung itu harus paling top. Sejak dulu memang jadi destinasi wisata favorit. Sekarang tinggal bagaimana kita mengembangkan lebih lanjut dengan pendekatan yang lebih berkualitas,” ujar Rizki. Ia menegaskan bahwa penguatan sektor pariwisata harus berangkat dari pemetaan yang akurat terhadap industri pariwisata itu sendiri, termasuk hotel, restoran, serta tempat rekreasi. Salah satu isu krusial yang disoroti adalah keberadaan penginapan sewa harian seperti vila dan rumah singgah yang belum tercatat secara resmi dalam sistem perizinan negara.

Menurutnya, banyak akomodasi yang belum terdaftar di sistem Online Single Submission (OSS), termasuk di Bandung, yang berdampak pada kurang maksimalnya penerimaan pajak daerah serta menimbulkan ketimpangan dengan hotel-hotel resmi yang menjalankan kewajiban administratif dan perpajakan. Ia mengusulkan agar penginapan nonformal tersebut diarahkan menjadi sewa mingguan atau bulanan agar tetap dapat beroperasi tanpa merugikan pelaku usaha hotel. Penataan ini juga dinilai perlu agar ekosistem pariwisata berjalan secara adil dan terukur.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rizki juga menyoroti kekuatan Bandung dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan berskala nasional hingga internasional, khususnya dalam sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition). Bandung dinilai sebagai kota kreatif yang piawai menggelar event, namun Rizki menyarankan agar ke depan lebih difokuskan pada penyelenggaraan event-event tematik yang menyasar wisatawan dengan masa tinggal lebih panjang dan tingkat belanja yang tinggi. Ia menekankan pentingnya pendataan dan integrasi informasi event sebagai upaya memperkuat branding destinasi Bandung.

Tak hanya itu, ia menyarankan pengembangan potensi wisata berbasis gastro-tourism, wellness, dan fesyen. Kota Bandung yang dikenal sebagai pusat kuliner dan mode, terutama fesyen muslim dan kerajinan seperti alas kaki, dinilai memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan secara strategis. Rizki mencontohkan, wisatawan dari Jakarta umumnya hanya berkunjung selama akhir pekan, padahal jika dikembangkan paket wisata tiga hari berbasis kesehatan atau fashion, mereka bisa tinggal lebih lama dan memberi kontribusi ekonomi lebih besar.

Dalam kaitannya dengan isu lingkungan, ia juga menyoroti tantangan pengelolaan sampah di sektor perhotelan. Keterbatasan lahan di tengah kota menurutnya dapat menjadi peluang bagi tumbuhnya startup yang fokus pada pengolahan sampah berbasis ekonomi sirkular, seperti pupuk maggot atau daur ulang plastik. Ia menyatakan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan agar tantangan ini dapat dijawab dengan inovasi yang berkelanjutan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dalam kesempatan yang sama menyambut baik masukan tersebut dan menyampaikan pentingnya pemetaan profil wisatawan secara mendalam. Ia menilai bahwa program pariwisata tidak akan berjalan optimal tanpa pemahaman menyeluruh terhadap karakteristik pengunjung, mulai dari latar belakang sosial ekonomi hingga pola transaksi mereka. Farhan mendorong agar seluruh perangkat daerah terkait dapat aktif mengidentifikasi data ini sebagai landasan perencanaan dan pengambilan kebijakan yang lebih tajam.

Ia mencontohkan kawasan Cibaduyut yang selama ini dikenal sebagai sentra industri alas kaki. Menurutnya, kawasan tersebut perlu diangkat tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga dari aspek desain dan strategi branding, sehingga dapat menjadi wajah baru pariwisata belanja Kota Bandung yang lebih kuat dan mendunia. Ia juga menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengarahkan kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada jumlah wisatawan, tetapi juga pada kualitas kunjungan dan keberlanjutan sektor pariwisata.

Dengan komitmen bersama antara Pemkot Bandung dan Kemenparekraf, kedua belah pihak sepakat untuk memperkuat strategi pembangunan sektor pariwisata yang inklusif, berbasis data, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang. Pendekatan ini diharapkan dapat menjaga reputasi Bandung sebagai destinasi unggulan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang adil dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)

Berita Terkait

Aliansi Mahasiswa Anti Mafia Hukum Gelar Aksi di Bandung, Desak Panglima TNI Usut Tuntas Aktor Intelektual Kasus Andrie Yunus
Cipayung Sumedang Bangun Ruang Edukasi Aktivisme dan Serukan Dukungan Terhadap Andrie Yunus
Teror Terhadap Aktivitas HAM, Wujud Nyata Mati Suri nya Demokrasi
Proyek Bandung Tombolo yang direncanakan untuk Desa Padang Lampe, Mangkrak, telah menjadi perhatian utama sejak tahun 2014
Prabu Foundation Gelar Diskusi Penguatan Toleransi dan Pengawasan Medsos di Kalangan Anak
Cegah Anarkis Saat Hari HAM, Ketua Viking Campus Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Jaga Jabar
Demi NKRI Harga Mati, Eks Napiter Ini Siap ‘Amankan’ Natal dan Tahun Baru Bersama TNI-Polri
Ketua Biro Hukum ASPETRI, Adv. Sebir, Geram terhadap Iklan Vulgar dan Pengobatan Tanpa Izin: Serukan Taat Regulasi dan Uji Kompetensi

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 19:35 WIB

Jalan Baru untuk Petani, TMMD Abdya Kejar Target di Gunung Cut

Rabu, 29 April 2026 - 18:38 WIB

TMMD Ke-128 Abdya: TNI dan Warga Sulap Lahan Tidur Jadi Sumber Ketahanan Pangan

Rabu, 29 April 2026 - 18:33 WIB

Satgas TMMD ke-128 Kodim Abdya Ajak Warga Jangan Takut Suntik

Rabu, 29 April 2026 - 16:16 WIB

Satgas TMMD Ke-128 Kodim Abdya Jemput Bola, Warga Gunung Cut Dapat Pengobatan Gratis Door to Door

Rabu, 29 April 2026 - 15:01 WIB

Warga dan Satgas TMMD Gotong Royong Rehab RTLH, Progres Capai 18 Persen

Rabu, 29 April 2026 - 13:48 WIB

Dari Gubuk ke Rumah Layak, TMMD Kodim 0110/Abdya Kebut Pembangunan RTLH

Rabu, 29 April 2026 - 13:47 WIB

TMMD Abdya Kebut Rehab RTLH di Gunung Cut, Kini Masuk Tahap Pasang Bata

Selasa, 28 April 2026 - 19:30 WIB

Satgas TMMD dan Alat Berat Kompak, Jalan Gunung Cut Mulai Terbentuk

Berita Terbaru

ACEH BARAT DAYA

Jalan Baru untuk Petani, TMMD Abdya Kejar Target di Gunung Cut

Rabu, 29 Apr 2026 - 19:35 WIB

ACEH BARAT DAYA

Satgas TMMD ke-128 Kodim Abdya Ajak Warga Jangan Takut Suntik

Rabu, 29 Apr 2026 - 18:33 WIB