ACEH TAMIANG – Relawan Kemanusiaan Nusantara (Rawantara) memperingati Isra Mikraj dengan menggelar “Festival Anak Soleh” di Sekolah Rakyat Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang. Kegiatan yang berlangsung sejak Jumat hingga Sabtu (17/01/2026) ini diisi dengan berbagai perlombaan islami bagi anak-anak warga penyintas banjir.
Perwakilan Rawantara, Sobran Hakim, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan motivasi dan mempererat kebersamaan antara relawan dengan masyarakat setempat.
“Sekolah Rakyat ini kami dirikan semata-mata demi mencerdaskan anak-anak di Desa Sekumur. Kebersamaan ini menjadi momen tak terlupakan bagi kami,” ujar Sobran, Kamis (17/01).
Dukungan senada disampaikan oleh Founder Pandawa Kayak, Adi Pandawa ST. Ia berharap kehadiran Sekolah Rakyat dapat menjadi sarana bagi anak-anak untuk tetap semangat menggapai cita-cita meski di tengah keterbatasan pasca-bencana.
Daftar Pemenang Lomba
Festival ini melombakan empat kategori utama. Berikut adalah daftar para pemenangnya:
Kategori Lomba Juara 1 (Nilai) Juara 2 (Nilai) Juara 3/Lainnya (Nilai)
Adzan Yusuf (499) Firqon (498) Sanusi (Juara 4 – 493)
Tilawah Bila (499) Yani (484) Saumi (482)
Sholawat Grup Kelp. Salsabila (513) Ashabul Jannah (503) Al-Karabi (500)
Surat Pendek (Putra) Insan (469) Fadil (462) Raihan (268)
Surat Pendek (Putri) Tazkya (495) Zahra (482) Azwa (480)
Harapan Pasca-Bencana
Sebelum prosesi penyerahan hadiah, acara diisi dengan ceramah agama oleh Ustaz Rojali. Dalam tausiyahnya, ia mengajak masyarakat menjadikan momentum Isra Mikraj untuk memperkuat ibadah, khususnya salat lima waktu dan membaca Al-Qur’an, sebagai jalan agar Desa Sekumur segera pulih sepenuhnya dari dampak bencana banjir.
Salah satu siswa Sekolah Rakyat Tazkya mengaku bersyukur atas kehadiran para relawan.
“Kami sangat senang bisa belajar dan bermain bersama kakak-kakak relawan. Semoga kegiatan seperti ini sering dilaksanakan agar kami makin semangat belajar,” ungkapnya Kya perih juara 1 lomba ayat pendek putri.
Kegiatan Israq Miraj juga diisi dengan bersholawat bersama relawan Rawantara dan warga serta pembacaan puisi oleh anak-anak Penyintas dengan judul” Anak-anak Yang Selamat Tapi Kehilangan” karya Agum Aditya.(58)































